+62 812-8976-3364 halo@khazanah.club

#Khazanahclub – Mengkonsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada mobil, sebaiknya sesuai dengan nilai oktan rekomendasi tiap pabrikan. Rekomendasi jenis bahan bakar tersebut bukan tanpa sebab, karena sudah disesuaikan dengan kompresi dan karakteristik mesin tiap kendaraan. Penggunaan bensin yang nilai oktannya tidak sesuai akan berdampak pada kinerja mesin, terlebih jika menggunakan BBM yang oktannya lebih rendah dari yang disarankan. Salah satu efek buruknya adalah mesin akan mengalami knocking atau yang biasa disebut ngelitik.

Suparna, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak mengatakan, menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai dengan oktan yang dibutuhkan oleh mesin akan menyebabkan pembakaran di jantung pacu tidak sempurna.

“Seperti contoh seharusnya mobil menggunakan oktan yang 92, tetapi menggunakan bahan bakar yang oktannya 88, itu akan membuat pembakaran di ruang mesin jadi tidak sempurna,” ujarnya kepada Kompas.com belum lama ini.

#Khazanahclub Suparna menambahkan, saat kendaraan meminum bensin yang tidak sesuai maka proses pembakaran tidak terjadi pada posisi yang seharusnya. Kondisi itulah yang membuat piston tidak bisa bekerja maksimal hingga akhirnya menyebabkan suara ngelitik atau knocking. “Menggunakan bahan bakar oktan lebih rendah akan membuat mesin bekerja dobel atau lebih berat. Itulah yang menyebabkan ngelitik dan bisa menimbulkan kerak karena pembakaran yang tidak sempurna,” ucapnya.

Pada kesempatan berbeda #Khazanahclub, Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor ( TAM)  Didi Ahadi mengatakan, gejala mesin ngelitik atau knocking biasanya dirasakan saat akselerasi.

“Terdengarnya seperti suara ketukan atau knocking saat mobil berakselerasi, kayak ngeretek begitulah,” kata Didi. Hal ini disebabkan, Didi mengatakan, oleh beberapa hal salah satunya adalah penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai. “Bisa disebabkan karena mobil menggunakan bahan bakar yang oktannya rendah atau tidak sesuai,” katanya. #Khazanahclub jika penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai berlangsung lama, bukan tidak mungkin akan menyebabkan timbulkan kerak pada ruang mesin. “Kondisi tersebut bisa juga sebagai pertanda timbulkan kerak di ruang mesin, karena penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai itu. Sehingga, menyebabkan ruang mesin menjadi kotor,” ujarnya.

Kondisi tersebut, kata Didi, memang belum termasuk berbahaya atau parah. Akan tetapi #Khazanahclub, jika mobil sudah menunjukkan gejala ngelitik tetapi tidak segera ditangani bisa saja mengakibatkan kerusakan komponen mesin. “Ya lama-kelamaan juga bisa menyebabkan kerusakan pada komponen lainnya,” ucap Didi.

 

Artikel Credit By : otomotif.kompas.com

Sumber Info Yg Populer

10 Tips Untuk Menegosiasikan Gaji Anda

BACA BERLANJUT

Jenis SIM Yg Berlaku Di Indonesia

Baca BERLANJUT

Cara Menemukan Bakat Dlm Diri Sendiri

Baca Berlanjut

Cara Menciptakan Budaya Kerja yang Sehat

Baca Berlanjut

Dapatkan eBuku GRATIS Tentang Cara Mempersiapkan Wawancara Apa Pun

Bergabunglah

Kantor

55 Jln Enggano

RT/RW 007/016

Tanjung Priok

Jakarta Utara

Indonesia

Hubungi Kami

error: Content is protected !!

Berlangganan Dgn Kita !

Bergabunglah Dgn Milis Kami Utk Menerima Informasi & Berita Terbaru Dari Tim Kami !

Terima kasih telah berlangganan dgn kami !